Mengapa Keris Amat Penting Bagi Setiap Individu Melayu?
Keris sebenarnya bukan sekadar senjata, Tetapi ia juga sebagai untuk menyempurnakan kehidupan sebagai seorang melayu dalam kehidupan harian.Contohnya jika seseorang lelaki keluar berjalan tampa diselitkan keris dgn pakaiannya, ia diibaratkan berbogel di kalayak ramai.Manakala seorang pengantin lelaki bersanding tanpa keris diselitkan pakaiannya, pengantin lelaki itu hilang pengitirafan kelakiannya dan dianggap masih belum layak pegang tanggungjawab atau belum matang. (keris pengantin jangan sesekali digantikan dengan pedang, tekpi dan senjata lain walaupon dizaman modern)
Pengkaji barat Edward Frey sendiri mengaku bahawa keris merupakan lambang budaya yang terpenting bagi masyarakat Melayu (BeritaHarian, 4 Mei 1988)
Setiap reka bentuk keris juga melambangkan asal usul dari mana, Kegunaan, Darjat dan Keturunan apa seperti Jawa, Bugis, Bali atau gabungan selepas penghijrahan dari suatu tempat ke suatu tempat.Sebab itu keris banyak menyimpan sejarah yang tersirat hingga sekarang.Sebab itu keris tidak boleh dipisahkan dari seorang yang berbangsa Melayu. Melayu telah lebih lama wujud dari wujudnya kerajaan Malaysia, Indonesia,Brunei, Singapore dan beberapa negara lain, dan dimasa itu juga satu parti kerajaan pon masih belum wujud..
Dalam Kehidupan harian, untuk menjadi melayu yang sempurna, Setiap org yang berbangsa melayu harus memakai keris .Sebab itu, walau pon dizaman menggunakan senapang, meriam, pedang, Keris Masih tetap diselitkan walau ia tidak digunakan. (kesimpulannya walau pakai senjata api atau modern, keris wajib dipakai oleh melayu walau tidak digunakan) Setiap individu lelaki akan memakai sebilah keris. Manakala kaum Hawa juga membawa satu keris yang agak pendek dari lelaki. Para Pahlawan mungkin akan pakai lebih dari satu seperti satu sundang dan satu pendek atau biasa.
Keris juga merupakan senjata pilihan untuk jatuh hukuman bunuh di Malaysia (Keris Jenis ini mempunyai bilah yang panjang, terus dan tipis). Yang dijatuhkan hukuman akan berlutut dihadapan penghukum,Pihak Penghukum akan meletakkan kapas atau bahan sepertinya di antara bahagian kiri tubuh(diantara bahu dan leher) Kemudian keris akan ditusuk dari bahu ke jantung.Proses Kematian akan berakhir dalam beberapa saat sahaja. Kapas atau kain akan ditekan menutupi kekawasan tikaman sebelum keris dicabut. Tujuan kapas atau kain tadi untuk mengelakkan dari keluar terkena tanah.(saya akan jelaskan kemudian mengapa tidak boleh darah tumpah terkena tanah kalau ada org tanya)
Keris tidak boleh dihalakan atau ditujukan tajamnya kepada musuh kerana ia bermaksud musuh kamu akan mati dan saya akan bertempur sehingga nafas terakhir terutama musuh bangsa dan agama.Ia juga melambangkan Dendam melayu. Jika selepas dihalakan dan kemudian kamu meminta maaf terhadap musuh ia bererti satu penghinaan terhadap melayu dan diri sendiri. Pantang melayu mati sebelum ajal dan melayu bukan pengecut dengan senang lenang hendak meminta maaf atau mengaku kalah pada musuh. Dalam persilatan pula sekiranya menggunakan keris, apabila habis persembahan keris akan di baling ke tanah hingga terpacak ketanah untuk melambangkan semua dendam habis disini.
FIRST it was the pendet folk dance, Rasa Sayang rendition and now gamelan is fast becoming another item on a long list of disputes between Malaysia and Indonesia.
Gamelan is a traditional musical ensemble featuring a variety of instruments such as metallophones, xylophones, drums and gongs, bamboo flutes, bowed and plucked strings. The term usually refers to the set of instruments rather than to the players of those instruments.
The Jakarta Globe yesterday reported that Malaysia’s official website for cultural heritage, www.warisan.gov.my, had listed gamelan in its national heritage section, in third place after the boria and zapin dances.
A music expert, Remy Sylado, said that the gamelan has its roots in the Javanese culture and dates back to the first Saka era (circa AD 230).
Kebudayaan Dan Kesenian Dicipta Untuk Mengikat Tali Silaturahim Atau Punca Bermusuhan?
Apa yang saya hendak katakan ialah Gamelan wujud sebelum wujudnya Malaysia, Indonesia, SIngapore, Brunei, Thailand wujud lagi. Maka gamelan bukan kepunyaan Malaysia, Indonesia, SIngapore, Brunei, Thailand atau mana mana negara yang ada hingga sekarang.
Kebudayaan seni warisan sepatutnya menjadi punca sesama melayu makin rapat. Ini kerana kebudayaan yang sama adalah bukti bahawa kita semua mempunya suatu ikatan dan berkaitan sesama sendiri disuatu masa dulu sebelum wujudnya negara sekarang. Jangan jadikan kebudayaan dan kesenian sebagai alasan untuk bermusuhan dan bunuh sesama sendiri kerana ini hanya akan membuka ruang bangsa asing mengambil kesempatan.
"Walisongo" berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid.
Maulana Malik Ibrahim adalah yang tertua. Sunan Ampel adalah anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.
Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan.
Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.
Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat "sembilan wali" ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.
Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus dari Timur" hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha.
Biodata Sunan - sunan
SUNAN BONANG
Ia anak Sunan Ampel, yang berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Lahir diperkirakan 1465 M dari seorang perempuan bernama Nyi Ageng Manila, puteri seorang adipati di Tuban.
Sunan Bonang belajar agama dari pesantren ayahnya di Ampel Denta. Setelah cukup dewasa, ia berkelana untuk berdakwah di berbagai pelosok Pulau Jawa. Mula-mula ia berdakwah di Kediri, yang mayoritas masyarakatnya beragama Hindu. Di sana ia mendirikan Masjid Sangkal Daha.
Ia kemudian menetap di Bonang -desa kecil di Lasem, Jawa Tengah -sekitar 15 kilometer timur kota Rembang. Di desa itu ia membangun tempat pesujudan/zawiyah sekaligus pesantren yang kini dikenal dengan nama Watu Layar. Ia kemudian dikenal pula sebagai imam resmi pertama Kesultanan Demak, dan bahkan sempat menjadi panglima tertinggi. Meskipun demikian, Sunan Bonang tak pernah menghentikan kebiasaannya untuk berkelana ke daerah-daerah yang sangat sulit.
Ia acap berkunjung ke daerah-daerah terpencil di Tuban, Pati, Madura maupun Pulau Bawean. Di Pulau inilah, pada 1525 M ia meninggal. Jenazahnya dimakamkan di Tuban, di sebelah barat Masjid Agung, setelah sempat diperebutkan oleh masyarakat Bawean dan Tuban.
Tak seperti Sunan Giri yang lugas dalam fikih, ajaran Sunan Bonang memadukan ajaran ahlussunnah bergaya tasawuf dan garis salaf ortodoks. Ia menguasai ilmu fikih, usuludin, tasawuf, seni, sastra dan arsitektur. Masyarakat juga mengenal Sunan Bonang sebagai seorang yang piawai mencari sumber air di tempat-tempat gersang.
Ajaran Sunan Bonang berintikan pada filsafat 'cinta'('isyq). Sangat mirip dengan kecenderungan Jalalludin Rumi. Menurut Bonang, cinta sama dengan iman, pengetahuan intuitif (makrifat) dan kepatuhan kepada Allah SWT atau haq al yaqqin. Ajaran tersebut disampaikannya secara populer melalui media kesenian yang disukai masyarakat. Dalam hal ini, Sunan Bonang bahu-membahu dengan murid utamanya, Sunan Kalijaga.
Sunan Bonang banyak melahirkan karya sastra berupa suluk, atau tembang tamsil. Salah satunya adalah "Suluk Wijil" yang tampak dipengaruhi kitab Al Shidiq karya Abu Sa'id Al Khayr (wafat pada 899). Suluknya banyak menggunakan tamsil cermin, bangau atau burung laut. Sebuah pendekatan yang juga digunakan oleh Ibnu Arabi, Fariduddin Attar, Rumi serta Hamzah Fansuri.
Sunan Bonang juga menggubah gamelan Jawa yang saat itu kental dengan estetika Hindu, dengan memberi nuansa baru. Dialah yang menjadi kreator gamelan Jawa seperti sekarang, dengan menambahkan instrumen bonang. Gubahannya ketika itu memiliki nuansa dzikir yang mendorong kecintaan pada kehidupan transedental (alam malakut). Tembang "Tombo Ati" adalah salah satu karya Sunan Bonang.
Dalam pentas pewayangan, Sunan Bonang adalah dalang yang piawai membius penontonnya. Kegemarannya adalah menggubah lakon dan memasukkan tafsir-tafsir khas Islam. Kisah perseteruan Pandawa-Kurawa ditafsirkan Sunan Bonang sebagai peperangan antara nafi (peniadaan) dan 'isbah (peneguhan).
SUNAN AMPEL
Ia putera tertua Maulana Malik Ibrahim. Menurut Babad Tanah Jawi dan Silsilah Sunan Kudus, di masa kecilnya ia dikenal dengan nama Raden Rahmat. Ia lahir di Campa pada 1401 Masehi. Nama Ampel sendiri, diidentikkan dengan nama tempat dimana ia lama bermukim. Di daerah Ampel atau Ampel Denta, wilayah yang kini menjadi bagian dari Surabaya (kota Wonokromo sekarang).
Beberapa versi menyatakan bahwa Sunan Ampel masuk ke pulau Jawa pada tahun 1443 M bersama Sayid Ali Murtadho, sang adik. Tahun 1440, sebelum ke Jawa, mereka singgah dulu di Palembang. Setelah tiga tahun di Palembang, kemudian ia melabuh ke daerah Gresik. Dilanjutkan pergi ke Majapahit menemui bibinya, seorang putri dari Campa, bernama Dwarawati, yang dipersunting salah seorang raja Majapahit beragama Hindu bergelar Prabu Sri Kertawijaya.
Sunan Ampel menikah dengan putri seorang adipati di Tuban. Dari perkawinannya itu ia dikaruniai beberapa putera dan puteri. Diantaranya yang menjadi penerusnya adalah Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Ketika Kesultanan Demak (25 kilometer arah selatan kota Kudus) hendak didirikan, Sunan Ampel turut membidani lahirnya kerajaan Islam pertama di Jawa itu. Ia pula yang menunjuk muridnya Raden Patah, putra dari Prabu Brawijaya V raja Majapahit, untuk menjadi Sultan Demak tahun 1475 M.
Di Ampel Denta yang berawa-rawa, daerah yang dihadiahkan Raja Majapahit, ia membangun mengembangkan pondok pesantren. Mula-mula ia merangkul masyarakat sekitarnya. Pada pertengahan Abad 15, pesantren tersebut menjadi sentra pendidikan yang sangat berpengaruh di wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Di antara para santrinya adalah Sunan Giri dan Raden Patah. Para santri tersebut kemudian disebarnya untuk berdakwah ke berbagai pelosok Jawa dan Madura..
Sunan Ampel menganut fikih mahzab Hanafi. Namun, pada para santrinya, ia hanya memberikan pengajaran sederhana yang menekankan pada penanaman akidah dan ibadah. Dia-lah yang mengenalkan istilah "Mo Limo" (moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, moh madon). Yakni seruan untuk "tidak berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkotik, dan tidak berzina." Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.
SUNAN DRAJAT
Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M.
Sunan Drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di Dusun Jelog --pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini bernama Desa Drajat, Paciran-Lamongan.
Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Sunan Drajat mengambil cara ayahnya: langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria. Terutama seni suluk. Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya adalah suluk petuah "berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang'.
Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak yatim-piatu dan fakir miskin.
SUNAN GIRI
Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya--seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawi versi Meinsma)
Ayahnya adalah Maulana Ishak. saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua. Oleh karena itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana hingga ke Samudra Pasai.
Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai. Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah "giri". Maka ia dijuluki Sunan Giri.
Pesantrennya tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Raja Majapahit -konon karena khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan- memberi keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata.
Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa, waktu itu. Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Selanjutnya, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Ia diakui juga sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, se-Tanah Jawa.
Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada Abad 18.
Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara. Penyebar Islam ke Sulawesi Selatan, Datuk Ribandang dan dua sahabatnya, adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau.
Dalam keagamaan, ia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmaradana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan ajaran Islam.
Banyak kisah tak masuk akal yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati. Diantaranya adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra' Mi'raj, lalu bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaeman. (Babad Cirebon Naskah Klayan hal.xxii).
Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina.
Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati.
Dengan demikian, Sunan Gunung Jati adalah satu-satunya "wali songo" yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan.
Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah.
Bersama putranya, Maulana Hasanuddin, Sunan Gunung Jati juga melakukan ekspedisi ke Banten. Penguasa setempat, Pucuk Umum, menyerahkan sukarela penguasaan wilayah Banten tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal Kesultanan Banten.
Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.
SUNAN KALIJAGA
Dialah "wali" yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban -keturunan dari tokoh pemberontak Majapahit, Ronggolawe. Masa itu, Arya Wilatikta diperkirakan telah menganut Islam.
Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya.
Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam ('kungkum') di sungai (kali) atau "jaga kali". Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab "qadli dzaqa" yang menunjuk statusnya sebagai "penghulu suci" kesultanan.
Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang "tatal" (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.
Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung "sufistik berbasis salaf" -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.
Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.
Maka ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Dialah pencipta Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja. Lanskap pusat kota berupa Kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini sebagai karya Sunan Kalijaga.
Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya adalah Adipati Pandanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede - Yogya). Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu -selatan Demak.
SUNAN KUDUS
Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah (adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng Maloka. Disebutkan bahwa Sunan Ngudung adalah salah seorang putra Sultan di Mesir yang berkelana hingga di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun diangkat menjadi Panglima Perang.
Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali --yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya.
Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.
Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah yang berarti "sapi betina". Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.
Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.
Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.n
SUNAN MAULANA MALIK IBRAHIM
(WAFAT 1419)
Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarkandy, berubah menjadi Asmarakandi.
Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku). Ibrahim dan Ishak adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad saw.
Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama tiga belas tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka adalah Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri. Merasa cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, tahun 1392 M Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa meninggalkan keluarganya.
Beberapa versi menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Leran kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik.
Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu adalah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis. Sebagai tabib, kabarnya, ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Campa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.
Kakek Bantal juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Maka sempurnalah misi pertamanya, yaitu mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 M Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.n
SUNAN MURIA
Ia putra Dewi Saroh - adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus.
Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut adalah kesukaannya.
Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530). Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti.n
Digalakkan baca satu bab hingga faham baru sambung ke satu bab untuk elak kekeliruan.
(BAB 1 )
PENGENALAN Setiap negara memerlukan perlembagaan bagi menjamin kestabilan politik serta sistem pemerintahan negara yang cekap dan adil. Keperluan perlembagaan menjadi lebih ketara dalam sebuah negara yang berbilang etnik seperti negara Malaysia. Perlembagaan diperlukan untuk mewujudkan suatu rangka politik, ekonomi dan sosial yang dapat memudahkan perpaduan nasional dan pembangunan negara serta melindungi kepentingan semua kumpulan etnik. Perlembagaan Malaysia juga dikenali sebagai perlembagaan persekutuan yang mengandungi 183 perkara yang merangkumi undang – undang tertinggi di Malaysia. Ia merupakan satu dokumen undang – undang yang telah dibentuk berasaskan kepada dua dokumen terdahulu iaitu Perjanjian Persekutuan Tanah Melayu dan Perlembagaan Kemerdekaan tahun 1957. Sumber ini dipetik dari http://ms.wikipedia.org/wiki/Perlembagaan_Malaysia .
Perlembagaan ini telah dirangka berdasarkan nasihat daripada Suruhanjaya Reid yang telah melakukan kajian dalam tahun 1956. Maka Perlembagaan berkenaan telah berkuat kuasa sejurus selepas Tanah Melayu mencapai kemerdekaan pada 31 Ogos 1957. Perlembagaan ini dibahagikan kepada 15 bahagian, setiap bahagian mengandungi satu atau lebih artikel yang relevan.
· Bahagian 1 - Negeri-negeri, agama dan undang-undang persekutuan
· Bahagian 2 - Kebebasan asasi
· Bahagian 3 - Kewarganegaraan
· Bahagian 4 - Persekutuan
· Bahagian 5 - Negeri-negeri
· Bahagian 6 - Perhubungan antara persekutuan dan negeri-negeri
· Bahagian 7 - Peruntukan-peruntukan kewangan
· Bahagian 8 - Pilihanraya
· Bahagian 9 - Kehakiman
· Bahagian 10 - Perkhidmatan awam
· Bahagian 11 - Kuasa-kuasa khas menentang kuasa subversif dan darurat
· Bahagian 12 - Am dan pelbagai
· Bahagian 13 - Peruntukan sementara
· Bahagian 14 - Perkecualian bagi kedaulatan raja-raja dan sebagainya
· Bahagian 15 - Prosiding terhadap Yang di-Pertuan Agung dan raja-raja
Menurut Modul OUM HBSS 1203, Halatuju Pembangunan Negara ada menyatakan pada aswasnya, Perlembagaan ditakrifkan sebagai prinsip asas yang mengasaskan sesebuah negara dan memperkenalkan sistem pemerintahan seperti yang termaktud sama ada dalam undang – undang atau adat perundangan. Perlembagaan adalah sejenis undang – undang yang mengandungi peraturan – peraturan yang boleh dikuatkuasakan. A.S. Hornby dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary ada menyatakan ”Perlembagaan dimaksudkan sebagai satu sistem berkerajaan di mana undang – undang dan prinsip – prinsip kerajaan tersebut berpandukan bagaimanakah sesebuah negara itu diperintah”. Setelah mengetahui serba sedikit tentang perlembagaan di atas maka menurut http://budaklaw.files.wordpress.com/2008/07/tajuk-6- perlembagaan - malaysia (Dr. Fisol Mydin) telah mendefinisikan Perlembagaan sebagai satu set peraturan tentang hak, kuasa dan prosedur serta tanggung jawab pihak yang mengawal dan memandu hubungan di antara satu autoriti dengan autoriti yang lain dan juga antara autoriti dengan rakyat awam serta sebagai satu dasar formula yang menyatakan tugasan kuasa – kuasa awam di dalam sesebuah negara
Apakah konsep Perlembagaan? Menurut Dr. Pisol Maidin melalui pautan http://budaklaw.wordpress.com di dalam tajuk Perlembagaan Malaysia dalam Konteks Hubungan Etnik di Malaysia ada menyatakan Perlembagaan adalah sumber undang – undang tertinggi sesebuah negara. Ia juga berperanan sebagai panduan bagi pembentukan undang – undang samada di pihak kerajaan atau rakyat dan secara umumnya, perlembagaan terbahagi kepada dua iaitu
Perlembagaan bertulis – Perlembagaan yang dikumpul dan disusun dalam satu dokumen.
Perlembagaan tidak bertulis – Semua prinsip perlembagaan yang tidak terkumpul dalam satu dokumen seperti undang – undang yang diluluskan oleh Parlimen dan keputusan – keputusan mahkamah.
Malaysia mengamalkan Perlembagaan bertulis di mana badan perundangan, kehakiman dan eksekutif mendapat kuasa daripada Perlembagaan. Seperti yang kita ketahui, Perlembagaan Malaysia terdiri daripada : 1. Teks
15 Bahagian
183 Perkara dan fasal – fasal
2. Jadual – jadual
13 jadual
Yang mana ia menyentuh bidang kuasa eksekutif, legislatif, kehakiman, kedudukan agama Islam, Kewarganegaraan, Bahasa kebangsaaan, Kedudukan dan keistimewaan orang Melayu dan Bumiputera Sarawak dan Sabah. Di Malaysia, tidak ada mana – mana institusi yang boleh mengatasi ketinggian kuasa Perlembagaan. Malah, ketiga – tiga badan kerajaan iaitu badan Kehakiman, Perundangan dan Eksekutif serta Yang di Pertuan Agong juga tertakluk kepada Perlembagaan Malaysia. Kuasa – kuasa perundangan dan kehakiman yang dijalankan di mahkamah juga tertakluk kepada sekatan – sekatan yang dikenakan atau tertakluk di dalam Perlembagaan. Ini semua kerana terkandung dengan nyata di dalam Perlembagaan pada perkara 4(1): Perlembagaan Malaysia adalah undang – undang utama persekutuan dan apa – apa undang – undang yang diluluskan yang berlawanan dengan Perlembagaan adalah setakat mana yang berlawanan itu terbatal.
Unsur – unsur tradisi di dalam Perlembagaan. Unsur – unsur tradisi adalah antara faktor penting untuk mewujudkan identiti Malaysia dan memupuk persefahaman ke arah perpaduan. Ia juga merupakan sebuah kontrak sosial yang telah dipersetujui dan disepakati. Unsur – unsur tradisi yang terkandung di dalam Perlembagaan Malaysia meliputi
Bahasa
Agama
Kedudukan istimewa orang Melayu dan Bumiputera Sabah dan Sarawak
serta kedaulatan pemerintahan beraja.
Ketiga- tiga aspek atau tradisi ini amat penting dan termaktub di dalam Perlembagaan antara tujuan untuk menstabilkan sistem politik di Nagara Malaysia. Hak bahasa Melayu sebagai Bahasa Kebangsaan, Agama Islam sebagai agama rasmi negara serta kedudukan hak istimewa orang Melayu dan Bumiputera Sabah dan Sarawak serta kuasa raja- raja tidak boleh di sentuh atau dipertikaikan.
Selain itu, unsur tradisi in juga dilindungi dibawah Akta Hasutan¹ atau lebih di kenali sebagai Akta Keselamatan Dalam Negeri 1960 ( Internal Security Act 1960 (ISA) ). Ini menyatakan bahawa jika terdapat sebarang hasutan berkaitan dengan un sur – unsur tradisi ini maka seseorang atau pemula hasutan boleh dikenakan tidakan dibawah Akta Keselamatan Dalam Negeri. Maka di sini unsur – unsur tradisi boleh dianggap sebagai isu yang sensitif serta dilarang dijadikan isu perbincangan awam.
¹Akta ini bolehlah dinamakan Akta Hasutan 1948. Tafsiran Dalam Akta ini—“Kerajaan” ertinya Kerajaan Malaysia dan Kerajaan manamana Negeri di Malaysia;“menghasut” apabila dipakai bagi atau digunakan berkenaan dengan apa-apa perbuatan, ucapan, perkataan, penerbitan atau apa-apa benda lain menjadikan perbuatan, ucapan, perkataan, penerbitan atau benda lain itu sebagai yang mempunyai kecenderungan menghasut; “penerbitan” termasuk semua perkara bertulis atau bercetak dan segala benda sama ada atau tidak serupa jenisnya dengan perkara bertulis atau bercetak yang mengandungi apa-apa gambaran yang boleh dilihat atau yang mengikut rupanya, bentuknya atau dengan apa-apa cara lain boleh menggambarkan perkataan atau gagasan, dan juga termasuk tiap-tiap naskhah dan keluaran semula atau keluaran semula substansial apa-apa penerbitan; “perkataan” termasuk apa-apa ungkapan, ayat atau bilangan perkataan atau gabungan perkataan yang berturut-turut yang lain, sama ada secara lisan atau bertulis;
Sekarang cuba kita sama –sama lihat ketiga – tiga unsur tradisi ini secara ringkas. 1. Perkara 152. Bahasa kebangsaan. (1) Bahasa kebangsaan ialah bahasa Melayu dan hendaklah dalam tulisan yang diperuntukkan melalui undang-undang oleh Parlimen: Dengan syarat bahawa— (a) tiada seorang pun boleh dilarang atau dihalang daripada menggunakan (selain bagi maksud rasmi), atau daripada mengajarkan atau belajar, apaapa bahasa lain; dan (b) tiada apa-apa jua dalam Fasal ini boleh menjejaskan hak Kerajaan Persekutuan atau hak mana-mana Kerajaan Negeri untuk memelihara dan meneruskan penggunaan dan pengajian bahasa mana-mana kaum lain di dalam Persekutuan.
Bahagaian awal petikan yang terdapat pada Perlembagaan pada Perkara 152 telah menerangkan bahawa bahasa rasmi negara Malaysia adalah bahasa Melayu dan digunakan untuk urusan rasmi. Maka kita sebagai rakyat Malaysia perlu tahu dan menjunjung bahasa Melayu sebagai bahasa utama dinegara kita. Namun, remaja kini lebih gemar memartabatkan bahasa asing berbanding bahasa rasmi negara kita sendiri. Walaupun Bahasa Melayu dijadikan sebagai bahaswa rasmi negara namun kerajaan tidak menghalang mana – mana kaum untuk menggunakan bahasa ibunda mereka namun mereka haruslah menerima dan menghormati dan tidak mempertikaikan bahasa Melayu sebagai bahasa rasmi negara Malaysia.
2. Perkara 3. Agama bagi Persekutuan. (1) Islam ialah agama bagi Persekutuan; tetapi agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai di mana-mana Bahagian Persekutuan.
(2) Di dalam tiap-tiap Negeri selain Negeri-Negeri yang tidak mempunyai Raja, kedudukan Raja sebagai Ketua agama Islam di Negerinya mengikut cara dan setakat yang diakui dan ditetapkan oleh Perlembagaan Negeri itu, dan, tertakluk kepada Perlembagaan itu, segala hak, keistimewaan, prerogatif dan kuasa yang dinikmati olehnya sebagai Ketua agama Islam, tidaklah tersentuh dan tercacat; tetapi dalam apa-apa perbuatan, amalan atau upacara yang berkenaan dengannya Majlis Raja-Raja telah bersetuju bahawa perbuatan, amalan atau upacara itu patut diperluas ke seluruh Persekutuan, setiap Raja lain hendaklah atas sifatnya sebagai Ketua agama Islam membenarkan Yang di- Pertuan Agong mewakilinya.
Membincangkan di sini, Perkara 3 dalam Perlembagaan (1) telah menyebut bahawa agama rasmi negara Malaysia adalah agama Islam. Kesemua kaum yang terdapat di negara ini harus menerima pernyataan ini namun, adalah diberi kebebasan beragama jika diamalkan secara aman dan damai. Malah telah ditetapkan bahawa Ketua Agama Malaysia adalah Yang di Pertuan Agong. Ketua Agama bagi negeri yang bersultan adalah diketuai oleh Sultan negeri itu sendiri. Bagi negeri yang tidak bersultan adalah dibawah Yang diPertuan Agong. Maka, unsur tradisi ini adalah dipersetujui oleh semua kaum ketika Perlembagaan digubal dan ianya adalah tidak boleh di pinda atau dipertikaikan lagi.
Perkara 153. Perizaban kuota berkenaan dengan perkhidmatan, permit, dsb. bagi orang Melayu dan anak negeri mana-mana antara Negeri Sabah dan Sarawak.
(1) Menjadi tanggungjawab Yang di-Pertuan Agong untuk melindungi kedudukan istimewa orang Melayu dan anak negeri mana-mana antara Negeri Sabah dan Sarawak dan kepentingan sah kaum-kaum lain mengikut peruntukan Perkara ini.
(2) Walau apa pun apa-aa jua dalam Perlembagaan ini, tetapi tertakluk kepada peruntukan Perkara 40 dan peruntukan Perkara ini, Yang di-Pertuan Agong hendaklah menjalnakan fungsinya di bawah Perlembagaan ini dan undangundang persekutuan mengikut apa-apa cara yang perlu untuk meindungi kedudukan istimewa orang Melayu dan anak negeri mana-mana antara Negeri Sabah dan Sarawak dan untuk memastikan perizaban bagi orang Melayu dan anak negeri mana-mana antara Negeri Sabah dan Sarawak apa-apa perkadaran yang difikirkan munasabah oleh Yang di-Pertuan Agong daripada jawatan dalam perkhidmatan awam (selain perkhidmatan awam sesuatu Negeri) dan daripada biasiswa, danasiswa dan keistimewaan pendidikan atau latihan yang seumpamanya atau kemudahan khas lain yang diberikan atau diadakan oleh Kerajaan Persekutuan dan, apabila apa-apa permit atau lesen dikehendaki oleh undang-undang persekutuan bagi mengendalikan apa-apa pertukangan atau perniagaan, maka, tertakluk kepada peruntukan undang-undang itu dan Perkara ini, daripada permit dan lesen itu.
Unsur Tradisi yang ketiga yang terkandung di dalam Perlembagaan ialah berkaitan dengan kedudukan dak keistimewaan kaum Melayu dan Bumiputera Sabah dan Sarawak yang menjadi kepentingan untuk dijaga, dilindungi dan tidak boleh dipertikaikan. Perkara 153 Perlembagaan Malaysia ini juga memberikan tanggungjawab kepada Yang di Pertuan Agong untuk menjaga hak keistimewaan berikut termasuk kerajaan dengan mendirikan kuota kemasukan dalam perkhidmatan awam, biasiswa dan pendidikan awam. Ia juga boleh dianggap sebagai sebuah Kontrak Sosial yang menjaga dan mempertahankan hak ketuanan kaum Melayu dan Bumiputera sebagai penduduk asal Malaysia. Kesimpulannya, unsur – unsur tradisi yang termaktub dan terdapat di dalam Perlembagaan haruslah dipertahankan dan dijaga. Pengetahuan tentang perkara ini amat penting untuk semua kaum agar kaum lain mengetahui dan tidak akan mempertikaikannya. Akta Hasutan yang disediakan adalah semata – mata untuk menjaga unsur tradisi yang telah dipersetujui ini terjaga.
(BAB 2 )
Sejarah penggubalan Perlembagaan Menurut Mohamad Salleh Abas (1987) Sejarah Perlembagaan Malaysia, ada menerangkan bahawa sejarah Perlembagaan Malaysia berasal sejak Tanah Melayu berlindung di bawah naungan kerjaan Inggeris pada akhir abad ke -19. Menjelang tahun 1895, kerajaan Inggeris telah berjaya menguasai negeri Perak, Selangor, Negeri Sembilan dan pahang yang dkenali sebagai Negeri – negeri Melayu Bersekutu. Pada 10 September 1899, Mesyuarat pertama Majlis Negeri Perak dirasmikan. Keadaan ini berterusan sehinggalah Jepun berjaya menawan Tanah Melayu.
Selepas Jepun menyerah kalah dan Inggeris kembali, mereka merancang untuk memperkenalkan malah meluluskan penubuhan Malayan Union pada 10 Oktober 1945 di mana Sir Harold Mac Micheal dilantik wakil Inggeris untuk mendapatkan tandatangan raja – raja Melayu. Perkara ini telah mendapat tentangan hebat dari kaum orang Melayu pada masa itu. Antara sebab – sebab penubuhan Malayan Union adalah: 1. Untuk menyatukan negeri – negeri dan meningkatkan kecekapan pengurusan pentadbiran. 2. Pihak British menyimpan perasaan anti-Melayu kerana orang Melayu telah bekerjasama dengan Jepun sebelum ini dan bertujuan untuk melemahkan kuasa orang Melayu terutamanya kuasa raja-raja. 3. Menjadi asas kepada pihak British untuk masyarakat tempatan memerintah negara sendiri.
Namun, Malayan Union telah ditentang habis – habisan oleh orang Melayu kerana perjanjian yang berat sebelah dan melenyapkan kuasa orang Melayu terutama kuasa raja- raja. Antara sebab – sebab penentangan orang Melayu terhadap Malayan Union adalah kerana:
1. Kuasa raja-raja Melayu dilenyapkan dalam urusan pentadbiran Negeri dan hanya berkuasa dalam soal agama Islam, adat istiadat Melayu dan mengetuai Majlis Penasihat Melayu.
2. Singapura dipisahkan dari Tanah Melayu (Malayan Union) dan ia kekal sebagai tanah jajahan British.
3. Hak kerakyatan diberikan atas dasar prinsip Jus Soli iaitu penduduk asing yang bermastautin lebih 10 tahun dan lahir selepas Malayan Union secara automatik akan mendapat kerakyatan atau menjadi warganegara. 4. Hak yang sama rata kepada semua warganegara tanpa mengira bangsa yang menyebabkan kaum Melayu dan Bumiputera hilang keistimewaan. 5. Cara Sir Harold Mac Micheal mendapatkan tandatangan raja-raja Melayu dengan cara paksaan malah ugutan telah menimbulkan kemarahan orang Melayu yang mana cukup setia dan menjunjung ke atas rajanya.
Maka, penentangan yang hebat telah berlaku pada masa itu, pada januari 1946, di Alor Star, dianggarkan seramai 50,000orang Melayu telah mengadakan demonstrasi membantah penubuhan tersebut. Pada tanggal 10 Februari 1946, di Johor, dianggar seramai 150,000 orang telah mengadakan demonstrasi. Namun, pada 11 April 1946, British cuba mengisytiharkan Malayan Union dan Sir Edward Gent sebagai Gabenor pertama Malayan Union. Pengisytiharan itu telah dipulaukan oleh orang Melayu dan mahukan Malayan Union digantikan dengan Persekutuan Tanah Melayu. Akhirnya British sedar bahawa tanpa sokongan orang Melayu, Malayan Union akan gagal.
Akhirnya Malayan Union dimansuhkan dan digantikan dengan Persekutuan Tanah Melayu 1948. Perlembagaan Persekutuan Tanah Melayu ini telah dipersetujui dan berjalan dengan beberapa pengubahsuaian sehinggalah Tanah Melayu mencapai Kemerdekaan pada tahun 1957. Setelah British melihat kemenangan Parti PERIKATAN pada Pilihanraya umum pada 1955, telah menjadi bukti bahawa orang Melayu dan bukan Melayu boleh bekerjasama di dalam membentuk dan mentadbir sebuah negara. Maka British telah menawarkan kemerdekaan andainya semua rakyat di negara ini bersatu padu dan mampu bekerjasama.
Berikutan tawaran tersebut, pada Januari 1956, rombongan lapan orang wakil Persekutuan Tanah Melayu telah berangkat ke London yang diketuai oleh Tunku Abdul Rahman. Rundingan tersebut berlangsung dari 18 Januari sehinggalah 8 Febuari 1956 iaitu telah mengambil masa selama 3 minggu.
Hasilnya pada 8 Febuari 1956, termetrailah perjanjian yang dikenali sebagai Perjanjian London. Antara kandungan perjanjian tersebut ialah:
British memberikan kemerdekaan kepada Tanah Melayu pada 31 Ogos 1957.
Tanah Melayu berada dalam lingkungan Komanwel dan menjalankan pemerintahan secara demokrasi.
British mendapat hak menempatkan askarnya di Tanah Melayu.
Sebuah badan bebas ditubuhkan bagi menggubal Perlembagaan Tanah Melayu iaitu Suruhanjaya Reid.
Jawatan Setiausaha Kewangan dan Pengarah Gerakan akan digantkan dengan Menteri Kewangan dan Menteri Pertahanan dipegang oleh rakyat tempatan.
Maka, melalui Suruhanjaya Reid, Perlembagaan telah digubal dan antara mereka yang terlibat di dalam Suruhanjaya Reid ialah :
1. Lord Reid (British) 2. Sir Ivor Jennings (British) 3. Sir Williamn Mckell (Australia) 4. B. Malik (India) 5. Hakim Abdul Hamid (Pakistan)
Menurut pautan http://ms.wikipedia.org/wiki/Suruhanjaya_Reid , Suruhanjaya Reid merupakan sebuah suruhanjaya bebas yang berperanan merangka Perlembagaan bagi Persekutuan Tanah Melayu sebelum Tanah Melayu memperoleh kemerdekaan daripada Britain pada 31 Ogos 1957. Suruhanjaya ini telah dinamakan sempena nama pengerusinya iaitu seorang hakim Mahkamah Rayuan England, Lord William Reid. Pertemuan sebanyak 118 kali telah diadakan antara Jun hingga Oktober 1956, iaitu selepas rombongan Parti Perikatan pulang dari Perundingan London, dan telah menerima 131 memorandum dari pelbagai pihak individu dan organisasi. Semua surat memorandum daripada rakyat jelata yang berminat akan dipertimbangkan dan terdapat juga yang ditolak termasuk daripada Parti Perikatan sendiri.
Suruhanjaya tersebut telah menyerahkan draf kerja atau laporan pada Februari 1957 yang telah diperhalusi oleh Jawatankuasa Kerja. Jawatankuasa Kerja diwakili oleh empat orang pemerintah Melayu, empat orang lagi daripada parti yang memenangi pilihanraya pertama iaitu Parti Perikatan, Suruhanjaya Tinggi British, Setiausaha Agung, dan Peguam Negara. Perbincangan mengenai laporan yang dikeluarkan mengambil masa dua bulan dan apabila pindaan telah diterima, rang perlembagaan itu dirujuk kepada Majlis Raja-raja untuk disahkan. Kemudian rang perlembagaan itu dibincangkan semula dengan kerajaan British.
Rang Perlembagaan itu telah diperkenankan oleh Majlis Raja-raja pada bulan Jun 1957 dan Majlis Undangan Persekutuan telah menerima dan meluluskannya pada 15 Ogos 1957 dan Perlembagaan tersebut berkuatkuasa pada 27 Ogos. (Walau bagaimanapun, secara rasminya pada 31 Ogos iaitu selepas kemerdekaan.) Perlembagaan tersebut kemudiannya telah dipinda dengan beberapa perubahan kecil bagi menyesuaikannya menjadi Perlembagaan Malaysia apabila Tanah Melayu bergabung dengan Singapura, Sabah dan Sarawak lalu membentuk Malaysia
Kesimpulannya disini, proses penggubalan telah mengambil kira masa dan pengorbanan yang telah dicurahkan terutama oleh kaum Melayu. Sepanjang tempoh era penjajahan, orang Melayu sentiasa bangkit menentang. Sifat keterbukaan orang Melayu pada masa itu menerima kaum lain di dalam Parti Parikatan untuk menubuhkan kerajaan sendiri biarpun tanpa memerlukan jumlah kerusi dari MCA dan MIC pada masa itu.
Kepentingan Perlembagaan dalam konteks hubungan etnik di Malaysia Istilah etnik berasal daripada perkataan Yunani iaitu ethnos yang bermakna orang. Satu kumpulan etnik ditafsirkan secara sosial atas dasar ciri-ciri budayanya. Etnisiti ialah rasa kekitaan sesuatu kumpulan etnik tertentu. Ini bererti wujudnya satu kebudayaan atau sub-budaya yang jelas di mana anggotanya merasa disatukan dengan satu sejarah, nilai, sikap dan tingkahlaku yang sama. Etnik sering berbeza dalam ciri-ciri budaya seperti adat resam, pola keluarga, pakaian, pandangan mengenai kecantikan, orientasi politik, kegiatan ekonomi dan hiburan. Di Malaysia, orang Melayu, Cina, India, Kadazan, Melanau, dan pelbagai lagi boleh dianggap sebagai etnik. Etnik pada dasarnya bersikap etnosentrik iaitu menganggap ciri-ciri budayanya sebagai wajar, betul dan lebih utama daripada budaya etnik lain yang dipandang rendah dan ganjil, malah berada ditahap rendah atau tidak bermoral. (Dr. Pisol Maidin, http://budaklaw.wordpress.com/2008/07/15/nota-hubungan-etnik/ )
Menurut Kamus Dewan, etnik ialah berkenaan bangsa manusia: ia juga tidak memaksa perubahan terhadap kepercayaan agama atau membuang unsur sesuatu kaum. Kumpulan etnik lazimnya bermula daripada satu konsep keterunan, iaitu sesuatu generasi kumpulan etnik hari ini mempunyai nenek moyang yang sama, dan turun-temurun daripada nenek moyang itu. Etnik dapat dikelaskan melalui perbezaan budaya. Selain itu, etnik juga dapat dikelaskan mengikut demografi iaitu mengikut kedudukan geografi dan sempadan negeri. Contohnya di Sabah dan Sarawak terdapat pelbagai kumpulan etnik pada kedudukan geografi yang berbeza.
(BAB 3 )
Pertama merujuk kepada Perkara 3 (1), Islam ialah agama bagi Persekutuan; tetapi agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai di mana-mana Bahagian Persekutuan.
Perkara ini menunjukkan bahawa setiap etnik di Malaysia harus mengetahui bahawa agama Islam adalah agama rasmi negara dan tidak boleh dipertikaian amalan dan hukum – hukum agama tersebut haruslah dipatuhi. Kelonggaran telah diberikan kepada etnik lain untuk menganut agama pilihan mereka namun Perlembagaan tetap tertulis bahawa Agama Islam adalah yang utama.
Kontrak Sosial dalam konteks hubungan etnik di Malaysia
Kontrak sosial di Malaysia merujuk kepada perjanjian oleh bapa-bapa kemerdekaan negara dalam Perlembagaan, dan merupakan penggantian berimemberi atau quid pro quo melalui Perkara 14–18 yang berkenaan dengan pemberian kewarganegaraan Malaysia kepada orang-orang bukan Melayu, dan Perkara 153 yang memberikan hak istimewa rakyat kepada mereka daripada kaum bumiputera. Istilah ini juga kekadang digunakan untuk merujuk kepada bahagian-bahagian yang lain dalam Perlembagaan, seperti Perkara yang mengatakan bahawa Malaysia adalah sebuah negara sekular. (Sumber yang dipetik daripada http://mymassa.com Artikel 153 Perlembagaan Malaysia, Ketuanan Melayu dan Kontrak Sosial )
Seterusnya, merujuk kepada Perkara 8: Kesamarataan. Ia merujuk kepada semua orang adalah sama rata di sisi undang-undang dan berhak mendapat perlindungan yang sama rata di sisi undang-undang. Maka, setiap etnik di Malaysia tertakluk di bawah Perlembagaan ini dan tidak terkecuali di dalam menerima undang – undang yang dikeluarkan oleh negara ini. Namun terdapat pengecualian peruntukan di dalam soal agama, kedudukan keistimewaan orang Melayu dan Bumiputera Sabah dan Sarawak. Pentingnya dimaktubkan di dalam Perlembagaan agar, etnik lain tahu kedudukan mereka dan sama – sama bernaung di bawah hak kesamarataan. Antara perkara lain di dalam Perlembagaan yang menyentuh hubungan etnik ialah pada Perkara 10(4) : Pada mengenakan sekatan-sekatan demi kepentingan keselamatan Persekutuan atau mana-mana bahagiannya atau ketenteraman awam di bawah Fasal (2)(a), Parlimen boleh meluluskan undang-undang melarang dipersoalkan apa-apa perkara, hak, taraf, kedudukan, keistimewaan, kedaulatan atau prerogatif yang ditetapkan atau dilindungi oleh peruntukan Bahagian III, Perkara 152, 153 atau 181 melainkan yang berhubungan dengan pelaksanaannya sebagaimana yang dinyatakan dalam undang-undang itu.
Perkara ini merujuk kepada batasan hak kebebasan bersuara daripada menyentuh kedudukan Raja – Raja, agama Islam, Keistimewaan hak orang Melayu dan Bumiputera dan kewarganegaraan. Ini menunjukkan bahawa ia adalah isu sensitif yang perlu dielakkan dijadikan isu perbincangan awam. Antara Perkara lain yang terapat di dalam Perlembagaan yang menyentuh konteks hubungan etnik ialah
Perkara 38: Memberi kuasa kepada Majlis Raja – Raja untukmenghalang Parlimen membuat undang – undang yang menyentuh kedudukan Raja – raja Melayu, Keistimewaan orang Melayu dan Bumiputera, Agama Rasmi dan Bahasa Kebangsaan.
Perkara 1510(6) : Menyentuh kedudukan agama Islam, adat istiadat orang Melayu dan Bumiputera Sabah dan Sarawak, bahasa Melayu dan kewarganegaraan untuk dipertikaikan walaupun keadaan darurat.
Perkara 152: kedudukan bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan tanpa menafikan hak – hak bangsa lain untuk menggunakan bahasa mereka.
Perkara 153: Kedudukan hak keistimewaan orang Melayu dan Bumiputera Sabah dan Sarawak tanpa menafikan kedudukan yang sah kaum lain.
Perkara 153 amat penting sekali terutama di dalam konteks hubungan etnik di Malaysia. Pemahaman yang tinggi perlu diterapkan kepada etnik lain untuk memahami perjanjian atau Perlebagaan ini yang telah dipersetujui dahulu dan diambil kira hingga masa kini atau masa akan datang. Dapat disimpulkan di sini bahawa di dalam Perlembagaan telah termaktub menyenaraikan undang – undang dan peraturan yang perlu dipegang teguh oleh setiap etnik di Malaysia bagi menjaga kestabilan politik, keamanan dan kesejahteraan setiap rakyat di negara ini. Kecuaian kefahaman tentang perkara ini seringkali menimbulkan suasana yang tidak selesa di Malaysia. Malah sepatutnya setiap individu warganegara ini perlu memahami dan menjunjung Perlembagaan yang telah dipersetujui oleh datuk nenek kita terdahulu.
Dato' Dol Said, atau Abdul Said (1773 - 1849), ialah Penghulu Naning yang kesembilan. Sejak kecil lagi, sifat keberaniannya mula diperlihatkan apabila beliau mula belajar ilmu mempertahankan diri atau seni silat sejak berusia enam tahun. Dol Said seorang yang tekun mengaji, cekap dalam seni mempertahankan diri dan sentiasa dihormati orang ramai. Beliau juga seorang yang taat kepada kedua orang tuanya.Dol Said dilantik sebagai Penghulu Naning menggantikan Penghulu Anjak pada tahun 1799 sewaktu berumur 26 tahun.
Semasa Belanda memerintah Melaka selepas kejatuhan Portugis, Naning berada di bawah kuasa Belanda dan mereka menghantar satu persepuluh hasil Naning kepada Belanda. Tetapi kemudiannya Belanda telah mengiktiraf Naning sebuah wilayah yang merdeka. Tetapi apabila British mengadakan perjanjian dengan Belanda pada 1824 British menyerahkan Bengkulu, Sumatera kepada Belanda dan Belanda menyerahkan Melaka kepada pemerintahan British. Dan British memganggap Naning berada di bawah pemerintahan mereka.British telah meminta Naning memberi satu persepuluh daripada hasilnya. Dan ini dibantah oleh Penghulu Dol Said kerana Naning telah merdeka.Sejak itu bermulalah persengketaan antara Dol Said dengan Brtish yang membawa kepada perang Naning pertama 1831 dan Perang Naning kedua 1832.
Perang Naning pertama yang berlaku pada tahun 1831 menjadikan beliau seorang wira yang telah mengukir tempat di sejarah Melaka kerana berjaya mengalahkan British. British sebuah kuasa besar dunia tetapi pernah dikalahkan oleh pahlawan-pahlawan Melayu dalam perang Naning pertama pada tahun 1831 .Pada mulanya, British yakin Naning boleh ditewaskan dalam masa sehari sahaja.Setelah 18 hari maka tentera British terpaksa berundur setelah ramai tenteranya yang terbunuh dan cedera. Kekalahan itu amat memalukan Inggeris kerana diibaratkan tikus mengalahkan gajah.
Sebelum berlakunya Perang Naning kedua pada tahun 1832, British berjaya memecahbelahkan perpaduan orang-orang Melayu dengan mengikat perjanjian dengan daerah-daerah yang bersempadan dengan Naning termasuk Rembau, Sungai Ujung dan Seri Menanti.
Dalam perang Naning pertama Dol Said mendapat bantuan daripada orang-orang Rembau yang diketuai oleh Syed Saaban. Setelah adanya perjanjian itu maka penghulu Rembau bukan sahaja menarik pahlawan-pahlawannya dari Naning malah mereka membantu Inggeris menakluk Naning.
Walaupun tidak lagi mendapat bantuan dari Rembau dan daerah yang berjiran dengannya namun Dol Said dan orang-orangnya bertekad mempertahankan Naning.
Pada April 1832 askar-askar Inggeris yang diketuai oleh Kolenal Herbert dibantu oleh pasukan Rambau yang diketuai oleh Syed Shaaban menyerang Naning bagi kali kedua.
Sekali lagi berlaku pertempuran yang sengit antara kedua belah pihak. Dan setelah berlaku pertempuran selama hampir dua bulan akhirnya Dol Said dan para pengikutnya terpaksa berundur dari Naning.
Namun kemenangan itu tidak mengembirakan British kerana mereka terpaksa menangung kerugian lebih dari 100,000 pound dan kehilangan ramai askar bagi menakluk sebuah daerah kecil.
Kemenangan pahlawan-pahlawan Melayu menentang British dalam perang Naning pertama disebabkan wujudnya perpaduan di kalangan orang Melayu. Naning tidak sendirian kerana di sokong oleh daerah-daerah yang berjiran dengannya.
Tetapi kekalahan dalam perang Naning kedua kerana tidak wujud lagi perpaduan di kalangan orang Melayu malah mereka sanggup membantu Inggeris menyerang Naning.
Fakta-fakta pendek
Pejuang bangsa
Daripada suku Semelenggang, Dol Said mewarisi Penghulu Anjak sebagai Penghulu Naning pada tahun 1799 ketika hanya berumur 26 tahun.
Pada tahun 1829, pemerintah British di Melaka memaksa Naning membayar cukai tanaman sebanyak 1/10 dari hasil perolehan. Dol Said membantah dan pada tahun 1831, Naning diserang oleh tentera British.
Dol Said mempertahankan Naning bersama penduduk tempatan tanpa menggunakan senjata moden tetapi hanya berbekalkan parang dan senjata tradisional.
Kejadian aneh
Ada kejadian aneh dan mistik yang diceritakan berlaku ketika tentera British cuba menjajah ibu kota Naning iaitu Taboh dengan menyerang pejuang Melayu, Dol Said serta pasukannya dalam Perang Naning Kedua 1832. Diceritakan apabila tentera penjajah cuba mendatangkan kerosakan di muka bumi Naning (kini kawasan Alor Gajah, Melaka), penduduk tempatan diketuai Penghulu Dol Said bangkit mempertahankan tanah air mereka bersama ribuan serangga Naning iaitu serangga yang seakan-akan penyengat besar.
Perang Naning
Dalam Perang Naning yang berlangsung selama 18 hari antara 6 Ogos dan 24 Ogos 1831, Dol Said telah berjaya menewaskan pihak British selepas mendapat sokongan orang Melayu sebanyak 1,000 orang.
British tidak berpuas hati dengan kekalahan mereka dan kembali menyerang Naning pada bulan Februari 1832 dengan tentera yang lebih besar. Dol Said kehilangan ramai orang dan beliau terpaksa berundur ke Pasir Besar. Dalam tempoh empat bulan, Naning jatuh ke dalam tangan British pada 15 Jun 1832. Naning kemudiannya diletakkan di bawah peraturan Negeri-negeri Selat pada 27 Oktober 1832.
Dol Said meninggal dunia pada 1849 dan disemadikan di Tanah Perkuburan Taboh Naning.
Bentuk asas senjata ini adalah bercabang tiga dengan cabang utama lebih panjang daripada cabang dikiri dan kanannya. Cabang utama berbentuk lurus manakala cabang di kiri dan kanan membentuk huruf U atau seperti tanduk kerbau. Masyarakat Melayu menamakan cabang utama tersebut sebagai batang tekpi manakala cabang dikiri dan kanannya sebagai sampir. Hujung hulunya yang berbentuk buntil pula dikenali sebagai mata lalat atau bunga lawang. Cabang utama biasanaya adalah sepanjang 15 inci sehingga 20 inci dan diukur mengikut kesesuaian tuan punya senjata.
Teknik
Sepasang tekpi
Kegunaan tekpi sebagai senjata dibayangkan dalam bentuk khususnya. Dengan kemahiran, ia boleh digunakan bagi menentang pedang panjang dengan memerangkap bilah pedang dengan sampir tekpi. Sekiranya penggunanya cukup mahir, dia mungkin mampu meretakkan bilah atau senjata lain dengan menggunakan tekpi. Terdapat beberapa cara berbeza menggunakan tekpi dengan tangan, yang memberikan kepelbagaian samaada untuk membunuh atau tanpa membunuh. Tekpi kebiasaannya digunakan sebagai senjata hentaman atau tusukan pada solar plexus. Tekpi juga dikatakan mempunyai banyak gerakan pertahanan bagi menghalang senjata lain.
Satu cara memegangnya adalah dengan mengenggam batang tekpi dengan semua jari di bawah sampir dengan ibu jari pada cabang sampir dan batang tekpi. Cara ini membenarkan tekpi ditekan pada lengan depan dan mengelakkan ibu jari terperangkap ketika menangkis serangan. Perubahan boleh dilakukan dengan menekan ibu jari dan memutar tekpi sehingga ia terbalik. Tekpi dikatakan lebih mudah dipegang dalam kedudukan ini. Mata lalat berguna bagi menumpukan kuasa tumbukan, sementara batang utama yang panjang boleh dihunus bagi menujah musuh, sebagai pelindung lengan ketika menangkis serangan, atau menikam sebagaimana pisau biasa.
Dalam kegunaan biasa, sesetengah cenderung mengekalkan jari telunjuk sepanjang batang tekpi tanpa mengira ia menghala kehadapan atau kebelakang. Jari mungkin lurus atau dibengkokkan sedikit. Digunakan dengan cara ini, jari lain kekal pada batang utama, dengan ibu jari mengenggam pemegang.
Genggaman yang digambarkan di atas memberi kelebihan kelenturan senjata ini sebagai samaada senjata menyerang atau pertahanan. Kedua cara genggaman membantu putaran arah mata bilah sementara tekpi berada dalam pegangan yang kukuh.
Tekpi biasanya digunakan secara berpasangan, dengan satu setiap sebelah tangan.Penggunaan Tekpi mempunyai pelbagai cara, tangkis, serang dan memerangkap penyerang dari semua arah dan ketinggian. Penggunaan hujung mata, penumbuk, dan batang utama ditekankan, termasuk juga penukaran genggaman bagi serangan dan sanggaan berganda.
Contoh Cara menggunakan Tekpi (penerangan asas tekpi)
Syaitan atau juga Setan, (Arab: شيطان, Shaitan; Ibrani Piawai: שָׂטָן, Satan; Ibrani TiberiaŚāṭān; Greek Koine: Σατανάς, Parsi: اهریمن, Satanás; Aramia: סטנא, Saṭänä; Ge'ez: ሳይጣንSāyṭān, Turki: Şeytan), , seperti yang diketahui dalam agama Islam, Kristian dan Yahudi, asalnya adalah salah satu golongan Malaikat yang paling beriman dan amat taat,pintar,patuh dan kuat beribadah kepada Allah.Golongan syaitan ini yang diketuai oleh (Azazel)selepas ingkar dengan perintah Allah disebut(iblis laknatullah)@(devil of lucifer). Walau bagaimanapun, menurut Islam, Syaitan dicipta dari api oleh Allah S.W.T. dan juga dikatakan berasal dari golongan Jin sebelum dipilih menjadi Malaikat. Ini membezakannya dari malaikat-malaikat lain. Disebabkan iblis ini menentang perintah Allah, dia diusir dari golongan malaikat dan dari Syurga, kerana ingkar akan perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam sebagai penghormatan ciptaan-Nya yang mulia. Menurut agama Islam, Tuhan meletakkan taraf manusia lebih tinggi daripada makhluk-makhluk yang lain kerana mereka diberikan akal - terutamanya untuk membandingkan yang buruk dari yang baik. Syaitan membangkang ciptaan Tuhan pada manusia dan mencegah dari menyujud di hadapan Adam seperti dilakukan oleh para malaikat lain. Tuhan bertanya kepada Syaitan: "Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?" Syaitan menjawab: "Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur." Ini menunjukkan bahawa Syaitan merasa dirinya lebih bertaraf tinggi dari Adam kerana dia diperbuat dari api dan Adam diperbuat dari tanah, yang dianggap tidak bersih dan rapuh. Syaitan berjanji dan berkata di hadapan Tuhan, Nabi Adam dan para malaikat bahawa dia akan membinasakan Adam dan seluruh keturunannya (iaitu golongan manusia) sampai hari Akhirat kelak. Allah bersabda bahawa manusia yang mengikuti perintah-Nya tidak akan dibinasakan oleh Syaitan, tetapi yang mengikuti Syaitan akan turut dibinasakan dan diseksa di api neraka pada hari Akhirat. Syaitan juga yang memyebabkan Nabi Adam dan isterinya Siti Hawa terkeluar dari Syurga, walaupun mereka telah diampunkan oleh Allah, dan bisikannya menyebabkan anak mereka Qabil membunuh Habil.
Anak-anak iblis laknatullah@devil of lucifer
Syaitan merupakan golongan penghasut yang juga merupakan anak-pinak dan keturunan kepada iblis laknatullah.Namun begitu,dikatakan iblis mempunyai 7 ekor anak yang mempunyai tugas jahat yang berbeza.setiap dari mereka telah melahirkan keturunan yang lain hasil dari perbuatan zina antara mereka dan syaitan-syaitan betina yang lain.Anak-anaknya adalah:
1.Tsabr:tugasnya adalah menggoda manusia berbuat maksiat ketika manusia sedang dalam kesusahan dan berada dalam kesedihan.Ketika manusia dalam kesusahan dan mendapat musibah, maka datanglah Tsabr dan kuncu-kuncunya membisik manusia agar melakukan segala kejahatan seperti berzina,bunuh diri,menghisap dada,minum arak,berjudi supaya manusia itu terus leka dan jangan kembali kepada Allah.
2.A'war:tugasnya adalah menghasut manusia supaya mendekati zina dan terus melakukannya dengan apa cara sekali pun.A'war dan pengikutnya akan menggambarkan keenakan dan keseronokan berzina dalam akal fikiran manusia dan mengobar-kobar kan nafsu.
3.Miswath:tugasnya adalah menyampaikan berita dusta atau penipuan yang mampu menimbulkan kemarahan dan fitnah besar,agar manusia itu akan kucar-kacir,hilang pertimbangan dan saling tuduh menuduh sehinggakan menyebabkan pertempuran yang hebat dan dahsyat.
4.Dasim:Tugasnya adalah menyebarkan sifat emosi yang keterlaluan,mudah marah, dan permusuhan.selalunya dalam kes rumahtangga dasim akan cuba meruntuhkan institusi kekeluargaan.
5.Zaknabur:Tugasnya adalah memastikan dunia ekonomi dan perniagaan akan tergugat.menghasut para pedagang agar sentiasa tamak dalam mengaut keuntungan,kecurangan dan penipuan dalam muamalah(perhubungan).Memastikan pengurangan dalam timbangan dan bekalan,kelumpuhan ekonomi melalui sistem inflasi.serta merupakan pengajak utama manusia dalam melakukan riba(bunga atau faedah dalam perniagaan).
6.Khanzab:Menghalangi umat Islam dalam melakukan solat,menggangu umat Islam dalam melakukan solat(sembahyang).serta mencari jalan agar dapat menyebabkan manusia tidak akan dapat menyembah Allah dan mengelakkan agar sembahyang menjadi sempurna.
7.Walhan:Menggangu umat Islam agar sentiasa was-was dalam berwudhuk(bersuci sebelum melakukan sembahyang).ini akan menyebabkan umat Islam tidak sah dalam solatnya.Wuduk merupakan kepentingan yang amat perlu dititik beratkan sewaktu beribadah kepada Allah.Walhan juga,menyebabkan manusia agar sentiasa membazir dalam menggunakan sesuatu perar atau benda.
Jadi diingatkan agar manusia sentiasa beringatkan bahawa syaitan merupakan musuh utama yang amat perlu dielakkan.Allah SWT sama sekali melarang untuk hambanya mengikut taghut(perkara yang melampaui batas seperti menyembah selain Allah)dan menjadikan syaitan sebagai idola dalam aktiviti seharian.
Aset-aset yang Digunakan Syaitan untuk Menggangu Manusia
Mancung/Paruh Syaitan membuatkan manusia Lupa Sabda Muhammad Rasullullah:"Sesungguhnya syaitan itu meletakkan muncungnya diatas hati anak Adam,maka jika manusia ingat kepada Allah,maka mundurlah ia dan jika manusia itu lupa kepada Allah,dipatuklah hatinya"(Hadis Riwayat Ibnu Jauzi)
syaitan menangis Sabda Muhammad Rasullullah:"Apabila anak Adam membaca Surah Assajadah,lalu ia sujud,nescaya menyingkirlah syaitan sambil menangis dengan meratap:"Ah...Celakalah aku.Anak Adam disuruh sujud lalu ia sujud maka ia mendapat syurga,tetapi aku disuruh sujud maka membangkang,maka aku mendapat neraka"(Hadis Riwayat Ahmad,Muslim,Ibnu Majah)
syaitan kencing Dari Ibnu Masud dia berkata:Diceritakan(Allah)kepada Nabi Muhammad SAW tentang seseorang lelaki yang tidur hingga Subuh(waktu Fajar Pagi),sabda Baginda:"Itulah orang lelaki yang dikencingi oleh syaitan pada kedua telinganya"(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)(As-Syaikhan)
syaitan tertawa(ketawa) Nabi bersabda bermaksud:"Apabila menguap salah seorang kamu dalam solat,maka hendaklah ia tutup mulutnya sedapat mungkinbdan jangan ia mengucap "Ahhh...",kerana sesungguhnya yang demikian itu dari syaitan dan ia tertawa kerananya."(Hadis Riwayat Bukhari).
syaitan mempunyai rambut dan janggut yang kusut "Dari Atha bin Yasr dia berkata:Telah datangnya lelaki kepada Rasullullah SAW dalam keadaan kusut rambut dan janggutnya,maka Rasullullah memberi isyarat kepada lelaki itu,seakan-akan disuruhnya membereskan(meluruskan) rambut dan janggutnya.Maka orang itu mengerjakannya,kemudian ia kembali.Maka Rasullullah SAW bersabda:"Bukankah ini lebih baik darpada seseorang yang datang dengan kusut rambutnya seperti syaitan."(Hadis Riwayat Malik)
syaitan menyilangkan(mematah-matahkan) jari tangan:Nabi Muhammad Bersabda(memberitahu):Apabila salah seorang kamu berada di dalam masjid ,maka janganlah sesekali menyilangkan(mematah-matahkan)jari tangan,kerana menyilangkan jari-jari tangan itu dari syaitan.Dan seorang kamu tetap dalam pahala solat selama ia berada di dalam masjid(mosque) sehingga ia keluar darinya."(Hadis Riwayat Ahmad).
syaitan masuk dalam aliran darah manusia:Sabda Rasullullah SAW bermaksud:"Sesungguhnya syaitan itu berjalan dalam diri manusia mengikuti pejalanan darah.Oleh sebab itu,aku takut syaitan melontarkan sesuatu tuduhan atau satu kejahatan dalam hatimu"(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)(as-Syaikhan)
syaitan takut orang yang solat berjemaah:Sabda Nabi Muhammad yang bermaksud:"Jika ada tiga orang di desa atau digunung yang tidak menunaikan solat berjamaah,nescaya mereka dikusai oleh syaitan.Oleh sebab itu,hendaklah kamu berjamaah kerana sesungguhnya serigala tidak akan memakan kambing melainkan yang terpisah sendiri dari rombongan"(Hadis Riwayat Abu Daud).
Hentakan kaki syaitan menyebabkan wanita istihadhah(mengeluarkan darah haid secara berlebihan walaupun dalam keadaan sihat).Dari Amnah binti Jahsy bahawa ia keluar darah banyak dan deras(mengalir-ngalir) dari kemaluannya(darah istihadhah),lalu ditutup dengan kapas masih juga keluar dan ditutup dengan kain masih juga keluar.Rasullullah bersabda:"Sesungguhnya darah yang keluar deras itu adalah salah satu hentakan kaki dari hentakan-hentakan kaki syaitan."(Hadis Riwayat Ahmad,Abi Daud dan Tirmidzi)
nota:Kini bagi merawati masalah tersebut dari terus menerus yang boleh menyebabkan mudarat jika terus dibiarkan kaedah perawatan islam diperkenalkan dengan menggunakan bahan-bahan berteraskan alam semula jadi dan menggunakan ayat-ayat tertentu.Teknologi perubatan moden pun telah dapat merawati masalah itu itu dari terus berlaku.
syaitan menghadang di saf solat.Sabda Rasullullah:"Apabila salah seorang kamu solat(sembahyang dengan memakai batas(Sutroh)(penghadang),lalu ada orang yang melintas dhadapannya(dalam kawasan solat,dibawah penghadang)maka hendaklah ia menghalanginya.Tetapi jika orang itu enggan(dalam keadaan curiga,melintasi dengan sengaja berulang kali)maka boleh orang itu diperangi(usir atau dibunuh),kerana dia itu tidak lain adalah syaitan".(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)(As-Syaikhan)
Rasullullah SAW menangkap dan mencekik syaitan:"Ketika Nabi SAW akan melakukan solat,lalu datang kepadanya syaitan hendak memutuskan solatnya.Maka Nabi Muhammad SAW menangkapnya(syaitan itu)lalu mencekiknya sehingga keluar air liurnya diatas tangannya(Nabi)."(Diceritakan oleh Ibnu Qoyyim)
syaitan kentut:"Apabila diseru untuk melakukan solat(laungan azan),maka mundurlah syaitan sampai terkentut sehingga ia tidak mendengarkan azan,maka selesai azan ia kembali lagi.Dan apabila akan berdiri solat(laungan iqamah),ia mundur lagi dan apabila selesai iqamah,ia datang kembali"(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)(as-Syaikhan).
syaitan menyelit disaf solat yang renggang:Sabda Muhammad Rasullullah:"Luruskan saf-safmu,rapatkan bahu-bahumu(dalam solat) dan berlaku lembutlah terhadap tangan-tangan saudaramu dan tutuplah tempat-tempat renggang kerana seungguhnya syaitan masuk(menyelitkan diri)pada celah-celahmu,bagaikan anak kambing yang menyelit di celah-celah induknya."(Hadis Riwayat Ahmad dan Thabrany)
syaitan menghalangi khusyuk solat(menyempurnakan sembahyangnya)."Dari Aisyah berkata:Aku pernah bertanya kepada Rasullullah SAW tentang menengok dalam solat(melihat-lihat kemana-mana arah tanpa perlu)maka sabda Nabi Muhammad SAW:"Itu adalah curian cepat yang dicuri syaitan dari hambaNya(Allah)"(Hadis Riwayat Bukhari,Ahmad,An-Nasai dan Abu Daud)(Hadis Sahih)
Sabda Rasullullah lagi yang bermaksud:"Akan datang syaitan pada seseorang kamu dalam solatnya,lalu syaitan mengingatkan kepadanya,keperluan begini dan begitu.Maka janganlah ia menurutinya.Dan syaitan datang pula pada waktu tidurnya,maka syaitan memberikan berita mimpi buruk padanya,maka janganlah diikutinya(mempercayainya)".(Hadir Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi)
syaitan membuat mimpi buruk:Muhammad Rasullullah SAW bersada yang bermaksud:"Apabila seseorang kamu bermimpi yang tidak disukai(mimpi buruk),maka hendaklan ia meludah kesebelah kiri tga kali dan hendaklah membaca:
A'uzubillah hi minasyaitan nir rajim maksudnya:"Aku berlindung kepada Allah daripada syaitan yang direjam".
Dan hendaklah ia pindah dari lambungnya ketika hendak tidur yang ia sedang ada diatasnya".(Hadis Riwayat Muslim,Abu Daud,An-Nasai dan Ibnu Majah).
syaitan mencelak mata.syaitan akan mencelak mata para pendengar ceramah agama atau khutbah supaya para pendengar akan tertidur dan leka tidak menghayati apa-apa yang dikatakan oleh penceramah.
syaitan mengincu bibir.syaitan akan mengicu bibir para pendengar ceramah supaya dapat berbual-bual dengan temannya dan dapat mengeluar kata-kata kesat.
syaitan akan mengetuk para pendengar ceramah dengan tongkatnya agar dapat membuat bising dan tidak akan duduk diam,disamping membuat kacau dan kekalutan.
Banyak lagi propaganda yang telah dilakukan oleh syaitan untuk menyesatkan manusia supaya tidak dapat manusia itu berpaut kembali kepada tali akidah dan ajaran Allah yang tulus dan benar.Manusia diingatkan agar behati-hati menjalani kehidupan ini agar tidak terpedaya dengan dakyah-dakyah syaitan.
Tujuan Allah menciptakan syaitan adalah untuk menguji tahap keimanan manusia itu kepada Allah.Sesiapa yang terpedaya dengan ajakan syaitan Allah akan membalas dengan azab sensara yang pedih di dunia dan di akhirat.Manakala orang yang berbuat baik dan berjaya menyekat kejahatan syaitan ,Allah akan membrikan penghargaan yang tidak erkira dan dibalas dengan Syurga dan kehidupan yang tetap berbahagia.
Allah tidak akan menguji manusia itu dengan berlebih-lebihan dari kemampuan orang itu sahaja.syaitan merupakan salah satu bencana kepada orang yang ingkar kerana mereka akan terus mengikuti syaitan selagi mereka tidak mendapat restu dan inayah dari Allah.
Dikatakan juga orang yang dirasuki syaitan atau jin jahat sebenarnya adalah orang yang mempunyai kelemahan dalam iman disamping jiwa raganya yang kosong dan lemah rohani, zahir dan batinnya.syaitan mudah untuk mendekati orang yang mempunyai sifat demikian dan menjadi penempatan(perumah) bagi syaitan.Pengubatan Islam sahaja yang mampu menghalau perkara tersebut dari terus membahayakan manusia.
syaitan yang cuba untuk mendengar rahsia Kerajaan Allah di langit.Allah akan melontarkan api-api dilangit(asteroid,meteor atau meteorid)kepada syaitan.Dlam kejadian itu,dengan izin Allah ada juga syaitan yang berjaya mendapatkan maklumat atau rahsia dari Kerajaan Allah di langit.Demikian dari situ lah munculnya golongan sihir(golongan manusia yang suka mengamalkan ilmu mistik atau ilmu hitam yang sudah diduga banyak melakukan penyimpangan akidah dan kepercayaan kolot) yang cuba menjadikan syaitan sebagai rakan dan akhirnya mudah untuk golongn sihir membuat penipuan dan kejahatan didalam bumi ini.
syaitan akan dimatikan oleh malaikat maut @ Azrael Angel @ Malaikat Izrail atas arahan Allah,pada akhir zaman nanti setelah Allah membinasakan segala-galanya yang berada di alam buana dan semesta ini.syaitan akan dihidupkan kembali untuk menerima janji Allah sebagai bahan bakar dalam neraka.Pada waktu itu peneman syaitan yang turut binasa adalah manusia dan jin yang ingkar dengan perintah Tuhan serta batu-batuan.
Firman Allah SWT yang bermaksud:
"Katakanlah(Wahai Muhammad):"Aku berlindung kepada (Allah) Pemulihara sekalian manusia.Yang Menguasai sekalian manusia,Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia, Dari kejahatan pembisik,penghasut yang timbul tenggelam,yang melemparkan hasutannya ke dalam hati manusia,(iaitu pembisik dan penghasut)dari kalangan jin dan manusia."
Sihir ialah penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh Teknologi Moden/Penyakit Kronik .
Sihir dari segi istilah merupakan satu perbuatan menyakiti atau mempengaruhi badan, hati atau akal orang yang disihir secara tersembunyi (ghaib) yang melibatkan makhluk halus, dan dilakukan di luar hukum alam bagi mencapai tujuan tertentu, contohnya menyakiti seseorang, mengubati penyakit dan juga meramal masa hadapan. Penggunaan istilah sihir dalam alam Melayu pada kebiasaannya merujuk kepada ilmu hitam.
CONTOH SIHIR YANG MASIH TERKENAL
PATUNG Tukang sihir akan menggunakan bahan-bahan yang didapati daripada tubuh badan mangsa seperti rambut, kuku dan sebagainya yang kemudian diikat pada patung. Seterusnya patung itu dicucuk dengan jarum. Pada masa yang sama jampi mantera dibaca oleh tukang sihir tersebut dan dipercayai mangsa akan berasa sakit dan boleh membawa maut.
SANTAU Nama ini sudah begitu popular di kalangan masyarakat Melayu. Santau merupakan bahan campuran antara kaca yang ditumbuk halus dan ia akan dimasukkan ke dalam makanan atau minuman mangsa dengan membaca ayat-ayat tertentu oleh tukang sihir
TELUR LAYANG Tukang sihir akan mengambil sebiji telur yang telah dijampi yang lalu dibalut dengan kain kuning. Kemudian sebatang jarum akan dicucuk ke dalam telur tersebut sambil jampi mantera dibaca. Akibatnya mangsa akan berasa sakit serta boleh membawa maut.
TANGKAL dan AZIMAT Tukang sihir akan menulis ayat azimat dengan lidi daun pokok kabong berserta dakwat merah yang dicampur dengan bedak za'faran dan air ros. Dakwat merah tersebut ialah darah seseorang yang telah mati dibunuh dengan kejam atau darah ayam jantan. Kemudian tangkal atau azimat tadi diperasap dengan kemenyan yang dilakukan pada malam jumaat atau malam khamis yang ditujukan kepada mangsanya.
SIHIR PEMBENCI dan KASIH SAYANG Sihir pembenci bertujuan memisahkan sepasang kekasih atau suami-isteri. Manakala sihir kasih-sayang boleh dilakukan oleh tukang sihir dengan menulis ayat-ayat jampi di atas kertas kemudian dibakar dan habuknya dimasukkan ke dalam minuman yang disertakan dengan jampi tiga kali sambil menyebut nama orang yang dihajati
SUSUK Susuk merujuk kepada memasukkan sesuatu bahan asing ke dalam badan bagi mendapatkan sesuatu kelebihan seperti kebal, kecantikan, kuat. Pelbagai bahan boleh digunakan, bergantung kepada apakah keinginan pengguna seperti emas, tembaga.
contoh ilmu susuk
Ibnu Khaldun dalam buku Muqaddimah menjelaskan sihir seperti berikut:
“
Ilmu sihir dan tilik adalah satu ilmu tentang persedian jiwa manusia untuk mempengaruhi alam kebendaan sama ada tanpa bantuan atau dengan bantuan dari langit. Yang pertama adalah sihir dan yang kedua adalah tilik. Oleh kerana ilmu-ilmu ini ditolak di sisi syariat kerana mengandungi bahaya, dan kerana di antara syarat-syaratnya ialah mengadap selain daripada Allah, seperti bintang atau sebagainya, maka kitab-kitabnya telah lenyap di kalangan manusia kecuali yang terdapat dalam kitab-kitab bangsa-bangsa purba termasuk yang ujud sebelum Nabi Musa AS seperti bangsa Qibti dan Kaldani.
”
Sihir dalam sejarah masyarakat dahulu
Antara perkara yang dijumpai dalam catatan Mesir purba adalah mentera khusus untuk merawat kecederaan disebabkan kebakaran, seperti kata-kata Isis dalam satu lagenda Mesir "Isis dan Orisis" untuk menyembuhkan kanak-kanak bernama Horus yang dibakar oleh ahli sihir
“
Keluarlah, wahai engkau yang datang di dalam gelap dan masuk secara sembunyi-sembunyi! Adakah engkau datang untuk mengucup kanak-kanak ini? Aku tidak mengizinkan mengucupnya. Adakah engkau datang untuk mengambilnya? Aku tidak mengizinkanmu mengambilnya dariku. Aku telah melindunginya darimu dengan rumput apis yang memedihkanmu, dengan bawang yang menyakitkanmu, dengan madu yang manis dirasa oleh makhluk-makhluk yang hidup dan pahit di mulut makhluk-makhluk yang mati, dengan beberapa bahagian yang busuk dari ikan abad dan dengan tulang ikan sungai.
”
Kisah sihir dalam Quran
Dalam Quran terdapat kisah dua malaikat Harut dan Marut (Surah Al-Baqarah, ayat 102), yang diturunkan untuk menentang tukang-tukang sihir yang lumrah pada zaman tersebut. Antara sihir yang diajar oleh Harut dan Marut kepada manusia adalah sihir yang boleh memisahkan antara suami dan isteri. Tujuan kedua-dua malaikat ini adalah untuk menunjukkan betapa sihir itu menuju ke jalan kekufuran. Sihir memisahkan suami dan isteri telah diturunkan di Babil sebagaimana ditemui beberapa mentera lama yang tertulis dalam bahasa Sumari, iaitu bahasa kuno yang wujud bebeapa abad sebelum masehi.
Setiap Nabi dikurniakan mukjizat yang merupakan lumrah di kalangan umatnya pada masa itu. Nabi Musa AS dikurniakan mukjizat untuk berlawan dengan tukang-tukang sihir semasa zaman baginda, yang pada masa itu adalah pemimpin dan ketua-ketua kaum, sebagaimana dikisahkan dalam Surah Taha, ayat 63-69.
Rujukan mengenai sihir amat juga amat jelas dalam Surah Al-Falaq yang diturunkan setelah Nabi disihir oleh seorang Yahudi Arab.
Kisah mengenai takhta Ratu Balqis semasa zaman Nabi Sulaiman yang dapat dipindahkan sekelip mata oleh seorang manusia seperti yang diceritakan dalam Surah An-Naml, ayat 38-42.
Kedudukan sihir dalam Islam
Penganut agama Islam dilarang keras daripada mengamalkan sihir, kerana dianggap mengingkari hukum Allah/alam dan boleh jatuh syirik. Ia seolah-olah cuba menyaingi kuasa Allah.
Kedua-dua mazhab Sunni dan Shiah melarang penggunaan sihir. Di dalam aliran Sufi bagaimanapun terdapat konsep "barakah" yang merujuk kepada "rahmat" atau "kuasa Tuhan" yang diberikan kepada orang alim. Juga masih terdapat orang Islam yang menggunakan jin bagi tujuan yang baik seperti dalam perubatan dengan bantuan dari ayat Quran dan doa. Mazhab Wahhabi bagaimanapun melihat segala penggunaan jin atau makhluk halus walaupun untuk tujuan baik sebagai syirik.
Sihir di Alam Melayu
Ilmu hitam yang dapat diamalkan masyarakat Melayu terbahagi kepada beberapa bahagian seperti berikut:
Melindung diri
Kebal
Perubatan
Mendapatkan kelebihan
kesaktian
Pengasih - Sejenis ilmu hitam yang dapat membangkitkan rasa kasih seseorang terhadap seseorang.
Perapun
Gagah
Perangsang
Penderas
Pukau
Mengawal/Memusnahkan musuh
Penunduk: Digunakan untuk menundukkan orang lain seperti nasi tangas untuk menundukkan suami.
Tuju - Jampi-jampi yang membuat orang sakit. Juga menggunakan alatan lain seperti telur layang (telur yang telah dijampi) untuk menyakiti orang dan boleh membawa maut.
Pelalai
Cuca - Jampi yang boleh menundukkan musuh atau yang dapat mengubati luka.
Meramal masa hadapan
Alimun
Santau
contoh ilmu kebal
Sihir yang diamalkan boleh dikelaskan menurut beberapa kelompok seperti berikut:-
Saka - Menggunakan jin/shaitan - kadam, toyol, datuk, suruhan, roh orang mati, hantu dll.
Azimat
Menggunakan mentera,jampi, serapah - ayat-ayat tertentu.
Mereka yang merawat sihir biasanya melalui beberapa kaedah atau cara:-
Menggunakan ayat-ayat suci
Menggunakan kuasa dalaman atau tenaga batin
Menggunakan bantuan makhluk halus lain.
Pengamal perubatan Melayu yang merawat mangsa sihir boleh digolongkan kepada beberapa bahagin seperti:-
Pawang -
Dukun -
Bomoh -
Orang alim - melalui penggunaan ayat-ayat Al Quran.
Sihir dalam rujukan budaya pop
Di dalam media barat terutamanya yang ditujukan kepada kanak-kanak, ahli sihir sering digambarkan sebagai wanita tua yang jahat dengan kulit yang berkedut dan topi berbucu tajam, berbaju hitam atau ungu, dengan hidung yang berketuat and kadang-kadang kuku yang panjang.
Ahli sihir selalunya menaiki penyapu terbang seperti dalam cerita Harry Potter dan filem Hocus Pocus. Mereka selalunya didampingi dengan kucing hitam dan terdapat ahli sihir yang baik seperti dalam cerita Bewitched, Charmed dan The Craft.
Ahli sihir moden pula telah menukar gelaran mereka daripada nama ahli sihir kepada AHLI SILAP MATA dan sanjung tinggi oleh ramai rakyat malaysia dan luar negara sekarang. Antara rancangan popular mereka ada di tv malaysia ialah seperti Criss Angel, David Copperfield. Persoalanya sekarang, Ahli sihir atau AHLI SILAP MATA di tv sekarang diagungkan dan di biarkan oleh jabatan paling tinggi yang kononnya menjaga umat islam dan melayu atau oleh pihak media yang suka kontroversi kononnya suka menegakkan kebenaran ,tetapi kenapa banyak ilmu perubatan , ilmu seni mempertahankan diri atau ilmu islam disekat dan dihina sebagai tak masuk akal??? Dan begitu cepat pula bende yang tak nampak di ambil tindakan tetapi benda yang jelas dan didepan mata dibiarkan sahaja seperti tiada apa yang berlaku.